kau...
mengajarkan q bagaimana cara berlayar,,
kau bilang,, agar ku mengerti arti bahagia yang selalu kau banggakan...
aq pun menikmatinya,,
sungguh,, ku merasakan kebahagiaan itu,,,
menikmati lautan bebas tanpa batas...
tapi kau,,,
tak mengajarkan ku bagaimana cara nya tuk menepi..
hingga ku terus berlayar tanpa arah, bertemankan hantaman ombak...
sungguh kau begitu,,
perduli kah kau dengan ketakutan ku?
hirau kah kau dengan gelap yang selalu menyudutkan ku?!
kau,,,
seolah menutup mata dengan keadaan ku,,
acuh dengan semua cerita duka ku....
Jumat, 13 April 2012
Sabtu, 31 Maret 2012
Memorie klasik
Bertahun-tahun buku itu sudah tak lagi ku jamah...
Ribuan kata bahkan cerita pernah q tumpahkan di sana...
Kini kabut tebal menyelimutinya,,
enggan...
terlalu enggan q tuk kembali membukanya,,
bukan karna segumpal debu yang melekat,,
bukan pula karna sampulnya yang sudah tak lagi memikat...
hanya saja...
q tak ingin kembali berdebat dengan cerita itu yang kini sudah tak lagi bersahabat...
namun semua tampaknya sia_sia...
semua terbaca dengan jelas meski q tak membukanya...
kenangan itu seolah datang dan menyajikan begitu banyak cerita...
ahhhh,, ingin cepat q menghapusnya hingga tak tersisa,,
melangkah menjauh meninggalkan sepenggal harapan..
membiarkan serpihan kenangan itu berserakan..
tanpa sedikitpun q berani mengaisnya...
berharap ini hanya sebuah mimpi di saat malam tiba, yang mana pagi kan datang dan membuatnya sirna...
Ribuan kata bahkan cerita pernah q tumpahkan di sana...
Kini kabut tebal menyelimutinya,,
enggan...
terlalu enggan q tuk kembali membukanya,,
bukan karna segumpal debu yang melekat,,
bukan pula karna sampulnya yang sudah tak lagi memikat...
hanya saja...
q tak ingin kembali berdebat dengan cerita itu yang kini sudah tak lagi bersahabat...
namun semua tampaknya sia_sia...
semua terbaca dengan jelas meski q tak membukanya...
kenangan itu seolah datang dan menyajikan begitu banyak cerita...
ahhhh,, ingin cepat q menghapusnya hingga tak tersisa,,
melangkah menjauh meninggalkan sepenggal harapan..
membiarkan serpihan kenangan itu berserakan..
tanpa sedikitpun q berani mengaisnya...
berharap ini hanya sebuah mimpi di saat malam tiba, yang mana pagi kan datang dan membuatnya sirna...
Jumat, 24 Februari 2012
aku dan butiran hujan
Jumat, 10 Februari 2012
dan lagi.. kembali terjadi
q satukan puing-puing cerita yang terpecah di hamparan masa lalu,,,
q bingkai dengan balutan senyuman..
meski cerita tak lagi sempurna, tapi mampu menghibur hati yang dilanda duka..
nestapa bertubi-tubi mencerca...
terkadang memaksa ku tuk kembali memecahkan keindahannya,, menarik kembali senyum yang tersimpul rapi...
waktu seolah menjadi perangai yang menakutkan...
mencabik setiap rasa yang q dambakan...
waktu seolah enggan bertemankan dengan rasa bahagia ini...
ia terus saja berlari, menjauh dan menghilang di kesenyapan...
hingga membuat q harus kembali membuang semua kenangan...
q bingkai dengan balutan senyuman..
meski cerita tak lagi sempurna, tapi mampu menghibur hati yang dilanda duka..
nestapa bertubi-tubi mencerca...
terkadang memaksa ku tuk kembali memecahkan keindahannya,, menarik kembali senyum yang tersimpul rapi...
waktu seolah menjadi perangai yang menakutkan...
mencabik setiap rasa yang q dambakan...
waktu seolah enggan bertemankan dengan rasa bahagia ini...
ia terus saja berlari, menjauh dan menghilang di kesenyapan...
hingga membuat q harus kembali membuang semua kenangan...
Rabu, 25 Januari 2012
ranting masa lalu
Q coba melirik cerita dalam celah masa lalu,,
tak sedikit pun ku lelah tuk mengulangnya ,,,
q coba menapaki satu persatu keindahan di masa itu,,
bagai air mengalir yang melintas di jiwa q,,
menyejukkan...
tapi ternyata, kesejukan itu hanya sebuah keindahan sesaat yang kemudian hilang bagai serpihan debu diterpa angin kencang,,
bagai embun yang kemudian lenyap di saat mentari tunjukkan sinarnya..
keindahan yang kembali tak nampak di kala gelap menyergap...
semua terasa kembali gersang, di saat ku tersadar, bahwa keindahan itu kini semu tak mampu tuk kembali q genggam..
tau kah kau,, ingin rasanya q kembali berayun pada ranting masa lalu itu...
agar kembali terbit senyum dan hilangkan beribu resah yang q rasa...
tak sedikit pun ku lelah tuk mengulangnya ,,,
q coba menapaki satu persatu keindahan di masa itu,,
bagai air mengalir yang melintas di jiwa q,,
menyejukkan...
tapi ternyata, kesejukan itu hanya sebuah keindahan sesaat yang kemudian hilang bagai serpihan debu diterpa angin kencang,,
bagai embun yang kemudian lenyap di saat mentari tunjukkan sinarnya..
keindahan yang kembali tak nampak di kala gelap menyergap...
semua terasa kembali gersang, di saat ku tersadar, bahwa keindahan itu kini semu tak mampu tuk kembali q genggam..
tau kah kau,, ingin rasanya q kembali berayun pada ranting masa lalu itu...
agar kembali terbit senyum dan hilangkan beribu resah yang q rasa...
hilang...
entahlah...
tak mampu q mengerti ,, rindu itu kini menghilang...
tersapu ombak di pekarangan cinta,,
rindu yang dulu menyita, membuat rentan diri yang hampir binasa, kini tenggelam tak lagi bermuara..
meski terkadang di sela fikir q terlintas menyapa,, tapi rasa itu begitu berbeda...
tak lagi bercengkrama terlalu lama...
tatapan hujan pun terasa hampa,,,
tak begitu membuat q terpesona..
mungkinkah kawah bahagia yang q dapatkan dari pelangi membuat q terlupa bahwa hujan kini tak lagi membasahi relung kehidupan q...
walau q tau bekas hujan tak kan hilang begitu saja, tapi q berharap se ikat senyum tetap tersimpul pada sepotong wajah yang kadang terluka..
tak mampu q mengerti ,, rindu itu kini menghilang...
tersapu ombak di pekarangan cinta,,
rindu yang dulu menyita, membuat rentan diri yang hampir binasa, kini tenggelam tak lagi bermuara..
meski terkadang di sela fikir q terlintas menyapa,, tapi rasa itu begitu berbeda...
tak lagi bercengkrama terlalu lama...
tatapan hujan pun terasa hampa,,,
tak begitu membuat q terpesona..
mungkinkah kawah bahagia yang q dapatkan dari pelangi membuat q terlupa bahwa hujan kini tak lagi membasahi relung kehidupan q...
walau q tau bekas hujan tak kan hilang begitu saja, tapi q berharap se ikat senyum tetap tersimpul pada sepotong wajah yang kadang terluka..
Langganan:
Postingan (Atom)



